Lawang, 2 Juni 2026 – Sebanyak 79 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah (UHT) mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mata Kuliah Psikologi Abnormal di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa psikologi UHT. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami berbagai gangguan psikologis serta layanan kesehatan jiwa di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan PKL ini didampingi oleh tim dosen Fakultas Psikologi UHT. Tim tersebut terdiri atas Dr. Windah Riskasari, M.Psi., Psikolog selaku Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK), Wanda Rahma Syanti, M.Psi., Psikolog, Puri Aquarisnawati, M.Psi., Psikolog, Dimas Riztiardhana, M.Psi., Psikolog, serta Ayu Aisah Zuraidah, S.Psi., M.Si., Psikolog. Kehadiran para dosen bertujuan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal selama kegiatan berlangsung.

Mahasiswa Belajar Langsung Melalui Observasi dan Wawancara
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengunjungi ruang latihan okupasi yang menjadi bagian dari intervensi psikososial bagi pasien. Di lokasi tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai aktivitas yang mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan pasien.
Selain itu, mahasiswa melakukan observasi dan wawancara langsung dengan perawat maupun pasien. Kegiatan ini membantu mereka memahami dinamika pelayanan kesehatan jiwa secara lebih mendalam. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengenali karakteristik berbagai gangguan psikologis yang ditangani oleh rumah sakit.
Mengenal Sejarah Perkembangan Kesehatan Jiwa di Indonesia
Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengunjungi Museum Kesehatan Jiwa RS Lawang. Museum tersebut menyimpan berbagai catatan dan dokumentasi mengenai perkembangan layanan kesehatan jiwa di Indonesia.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan tentang perjalanan panjang penanganan kesehatan mental dari masa ke masa. Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman mengenai perubahan pendekatan pelayanan kesehatan jiwa yang terus berkembang hingga saat ini.
Mempelajari Berbagai Gangguan Psikologis dan Kasus Nyata
Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan pengarahan dari tim Poli Psikologi rumah sakit terkait berbagai gangguan kejiwaan yang sering ditemui dalam praktik klinis. Materi yang diberikan mencakup skizofrenia, Dissociative Identity Disorder (DID), bipolar, depresi, hingga gangguan yang berkaitan dengan penyalahgunaan NAPZA.
Selain itu, tim Poli Psikologi juga memaparkan sejumlah kasus nyata yang pernah ditangani. Paparan tersebut menjadi bahan pembelajaran akademik yang berharga bagi mahasiswa. Melalui sesi ini, mahasiswa dapat memahami proses asesmen, diagnosis, serta penanganan psikologis yang dilakukan secara profesional.
Perkuat Kerja Sama antara UHT dan RSJ Lawang
Di samping kegiatan akademik tersebut, dilaksanakan pula penandatanganan Implementation of Agreement (IoA). Penandatanganan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah dan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program magang mahasiswa.
Sementara itu, pimpinan rumah sakit menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Ia berharap hubungan kerja sama antara kedua institusi dapat terus berkembang pada masa mendatang.
“Saya sangat senang, dan kami membuka kesempatan lebih lanjut terkait kerja sama, magang, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Pengalaman Lapangan Perkuat Kompetensi Mahasiswa
Menurut Dr. Windah Riskasari, M.Psi., Psikolog selaku Penanggung Jawab Mata Kuliah, praktik lapangan di rumah sakit jiwa memiliki peran penting dalam pembelajaran Psikologi Abnormal.
“Praktik lapangan langsung ke rumah sakit jiwa merupakan implementasi mahasiswa melakukan pengamatan naturalistik. Mereka dapat melihat bagaimana klien bertingkah laku secara spontan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan praktik wawancara psikiatrik pada level sarjana (S1),” jelasnya.
Pengalaman lapangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting dalam proses pendidikan calon psikolog.
Mempersiapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Praktik Psikologi
Pada akhirnya, Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori yang diperoleh selama perkuliahan. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan observasi, asesmen, dan wawancara psikologis secara profesional.
Dengan demikian, pengalaman langsung di rumah sakit jiwa dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia praktik psikologi dan pelayanan kesehatan mental. Bekal tersebut diharapkan mampu mendukung kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi secara profesional di bidang kesehatan mental pada masa depan.

